Rabu, 12 Februari 2020

Tugas Pastoral 2

MAKALAH“GAGAL NIKAH”OlehYuliana Alpin Saro’2020175039D/Teologi KristenINSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI (IAKN) TORAJAT.A 2019/2020BAB I PENDAHULUAN Latar belakang Dalam kehidupan manusia, salah satu yang sangat dinantikan atau diinginkan aalah sebuah pernikahan. Pernikahan yang asal kata dari nikah bisa diartikan sebagai ikatan perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan agama. Pernikahan sangatlah didambakan oleh setiap orang dewasa dengan alasan masing-masing. Aa yang menikah dengan beranggapan bahwa mereka sudah menemukan pasnagan hidup mereka atau bahkan mereka berpikir bahwa pasangan mereka sudah bisa diajak bekerjasama demi kelangsungan hidup mereka. Dan juga mungkin merasa bahwa sudah mendapat pasangan yang bisa setia sampai akhir hidup mereka yang akan menemani dalam suka maupun duka. Di samping alas an itu juga, mungkin factor atau penyebab lainnya seseorang memutuskan untuk menikah adalah karena dijodohkan atau karena terdampak dalam pergaulan bebas (hamil diluar nikah). Sejak semulanya Allah hanya menciptkan dua gender manusia, yaitu laki-laki dan perempuan, yang walaupun berbeda dalam fungsi tetapi sama dalam derajat, harkat dan martabat. Dalam Kejadian 1:27 dikatakan “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka”. Sehingga dalam hal ini saya menjelaskan tentang suatu tujuan dari pernikahan Kristen. Jika esensi dari Pernikahan dapat digambarkan sebagai suatu pondasi, maka tujuan pernikahan merupakan pilar-pilarnya. Pondasi dan pilar keduanya diperlukan dalam membangun suatu pernikahan yang kokoh. Pada dasarnya pernikahan telah memperngaruhi seluruh kehidupan manusia. Dan jika pernikahan tersebut berfungsi dengan baik maka gereja dan bangsa bahkan dunia juga akan berfungsi dengan baik. Tetapi yang pada umumnya nampak tidak semua bagi pasangan-pasangan yang telah menika mengerti dengan benar apakah pernikahan itu dan bagaimana mereka menghidupi pernikahan itu sesuai dengan kehendak Tuhan. Bahkan masih bagi pasangan-pasangan yang telah menikah dan pada akhirnya mengalami berbagai perjalanan pernikahan yang tidak harmonis, atau dengan permasalahan yang lainnya dan bahkan berunjung kepada perceraian.Pernikahan merupakan lembaga yang dirancang dan ditetapkan oleh Allah sendiri, maka kita  mencari tujuan dan maksud pernikahan menurut rancangan kehendak Sang Pencipta, seperti yang dinyatakan dalam Alkitab. Pernikahan bukanlah suatu permainan, sehingga hal ini bisa kita jadikan panduan untuk mengetahui apa tujuan dari pernikahan tersebut. Agar betul-betul menghidupi akan rumah tangga yang telah di bangun itu. Pernikahan yang dibangun atas dasar hubungan persekutuan, persahabatan, dimana suami istri saling mengasihi dan mencintai akan jauh lebih kuat dibandingkan dengan pernikahan yang dibangun Karena hubungan seksual. Perlu diketahui juga bahwa pernikahan merupakan kesatuan yang tercipta dari suatu komitmen dari janji-janji yang timbal balik. Dalam pernikahan juga, umur tidak terlalu membawa pengaruh dalam menjalani sebuah hubungan pernikahan, namun yang utama adalah kedewasaan. Dan salah satu alasan pasangan muda untuk bercerai adalah karena keputusan mereka untuk menikah namun tidak memiliki kematangan. Banyak yang tidak sadar akan tanggung jawab yang akan di ditanggung saat berumah tangga dan banyak yang menyerah di tengah jalan. Pernikahan itu terjadi bukan semata-mata karna perasaan seks, atau keinginan manusiawi itu sendiri atau keinginan-keinginan lainnya, tetapi pernikahan itu dibangun atas ketetapan Allah sendiri. Dalam Kejadian, Allah berfirman “tidak baik kalau manusia itu sendiri saja”. Sebaiknya sebelum menikah, perlu melakukan pengenalan terhadap pasangan mengenai karakternya dan orang terdekat terutama kepada keluarganya. Harus ada penyesuaian diri yang perlu dilakukan mencakup pengenalan kepribadian, emosi dan cara mengatasi sebuah masalah.Namun hal berbeda yang ditemukan oleh penulis di lapangan, penulis menemukan satu kasus yang dimana semua persiapan pernikahan sudah sangat siap dan bahkan di gereja sudah diumumkan kepada semua anggota jemaat bahwa akan dilaksanakan pernikahan dan tanggal pernikahannya pun telah disetujui. Karena adanya anggota keluarga yang tidak merestui akan hubungan mereka sehingga pernikahan itu gagal.Dari materi yang telah penulis paparkan maka yang menjadi rumusan masalah penulisan adalah Apa yang dimaksud dengan pernikahan itu?Apa yang menyebabkan sehingga pernikahan itu gagal?Bagaimana peran pastoral bagi orang yang gagal nikah?Dari rumusan masalah yang ada diatas, maka penulis akan menguraikan yang dimaksudkan dengan pernikahan dan bagaimana peran pastoral kepada orang yang gagal menikah serta memberikan solusinya. BAB IIISIPengertian pernikahanPernikahan adalah panggilan untuk saling melayani. Panggilan untuk saling melayani dalam pernikahan bukanlah sesuatu yang dilakukan dnegan terpaksa, melainkan merupakan tindakan nyata yang lahir dari kerelaan yang harus benar-benar timbul dari hati untuk saling melayani dan mengasihi. Setiap orang Kristen dipanggil untuk melayani sebagai ungkapan hidup baru didalam Kristus dan ciri orang Kristen sejati. Pola saling menyani akanaa membuat kebutuhan masing-masing terpenuhi. Pernikahan adalah sebuah hubungan yang paling bermanfaat dan paling sulit. Dalam pernikahan melayani adalah sebuah tindakan kasih, suatu hadiah yang dapat membuat pasangan menjadi puas dengan pernikahan yang dijalani. Pernikahan juga merupakan suatu persekutuan hidup yang menyatukan seseorang wanita dan pria dalam kesatuan lahir dan batin yang mencakup seluruh kehidupan hubungan suami-istri yang sehat adalah hubungan dua individu yang memiliki kepribadian tersendiri. Pernikahan adalah sebuah proses pemurnian karna setiap hari banyak kesempatan untuk bersedia untuk bertumbuh, sehingga dalam hal ini sering menghadapi sebuah masalah baik yang berat maupun yang sepeleh. Karna krisis dan ujian sesungguhnya dapat menjadi sebuah sarana pertumbuhan yang telah menyenangkan dan juga dapat menjadi pelajaran dalam sebuah hubungan keluarga.Setiap orang yang akan memasuki bahtera rumah tangga yang sangat penting didalam kehidupannya, banyak pasangan yang melangsungkan pernikahan hanya karna persoalan rasa cinta sehingga tidak memikirkan apa sebenarnya tujuan pernikahan itu. Adapun tujuan dari pernikahan yaitu, Tentang sebuah kelahiran dan pendidikan oleh anak yaitu sebuah kepenuhan agar mempunyai keturunan, sebagaimana mandate yang telah diberikan Tuhan kepada manusia yaitu tentang “beranak cucuklah dan bertambah banyak (Kej. 1:28a). maka dari itu suami yang normal sangat mempunyai kerinduan didalam dirinya untuk memiliki keturunan. Mengenai pemenuhan kebutuhan seksual bagi laki-laki dan perempuan yang memiliki sebuah kedewaaan dan normal. Oleh sebab itu hal ini hanya layak dan boleh dipeenuhi oleh suami dan istri. Namun hal yang menjadi utama dari tujuan pernikahan adalah bisa tercipanya hubungan yang baik dan bisa bersahabat dengan pasangan itu sendiri. Maka dari sebuah pernikahan bukanlah untuk mencari seseorang yang bisa menanggung segala sesuatu melainkan yang bisa menjadi pasangan hidup yaitu mendapatkan penolong yang sepadan.Penyebab gagalnya sebuah pernikahanGagalnya sebuah pernikahan merupakan sebuah hal yang sangat tidak mudah dan bahkan bisa menimbulkan sebuah perasaan yang membuat seseorang trauma, mulai dari sebuah kesedihan seseorang sehingga menyebakan sebuah hati yang terluka atau bahkan seseorang mengalami rasa trauma dan bisa saja tidak ingin menikah lagi didalam dirinya. maka sebelum itu setiap orang sebelum melangsungkan sebuah pernikahannya haruslah saling mengenal terhadap pasangannya baik itu tentang karakternya ataupun orang-orang terdekatnya bahkan keluarganya. Sehingga setiap orang memiliki kemampuan untuk menyesuaikan dirinya yang mencakup pengenalan kepribadian emosi, cara mengatasi konflik dan bahkan mempertimbangkan keluarga lainnya. Dan hal lain juga yang dapat meyebabkan gagalnya sebuah pernikahan meskipun sudah direncanakan jauh-jauh hari adalah tidak adanya restu dari keluarga, dan yang sangat menjadi utama dari gagalnya pernikahan adalah karena perselingkuhan yang telah dilakukan bagi kedua pihak, walaupun yang sering kali cenderung tidak setia kepada istrinya, namun melihat kenyataan yang telah terjadi pada saat ini wanita juga mulai tidak setia kepada pasanganya. Namun hal yang lain yang dapat menyebabkan suatu gagalnya pernikahan itu ialah ketidakcocokan, atau adanya rasa bosan, keluarga, kurang komunikasi, tidak saling menghargai, saling mengalahkan, tidak mau mengalah, atau bahkan adanya campur tangan orang tua bagi kedua pelah pihak yang memunculkan suatu peermasalahan sehingga tidak dapat di selesaikan lagi. Dan terjadinya kegagalan juga karena Orang yang menikah terlalu mudah, dalam hal ini yang sangat penting adalah kedewasaan didalam menjalin sebuah hubungan, sebab umur bukanlah sebuah pengaruh yang besar, tetapi dengan memiliki pemikiran yang tidak matang akan mengakibatkan gagalnya pernikahan tersebutPeran Pastoral Bagi orang Gagal NikahSecara umum pelayanan pastoral yaitu sebuah pelayanan yang berbicara tentang pelayanan yang berkata-kata tentang teori maupun praktik pelayanan ini. Sehingga dari pengertian itu pertama berkata-kata tentang Allah dan tentang pemeliharaan-Nya kepada manusia. Sesudah itu pengertian atau istilah tersebut mengatakan sesuatu tentang manusia yang telah menerima atau mengalami pemeliharaan Allah itu. Pengetian atau istilah ini bukan saja berkata-kata tentang Allah dan manusia, tetapi juga tentang pelayanan yaitu tentang pelayanan yang dijalankan oleh gereja atau jemaat dalam arti umum. Maka pelayanan pastoral dalam hal ini sangat dibutuhkan oleh setiap orang untuk menyelesaikan sebuah permasalahan yang telah dihadapinya. Jadi pastoral atau pengembalaan ini adalah sebuah tindakan yang dilakukan oleh seorang gembala untuk mengembalakan umat atau anggota jemaat serta meolong dan menyadarkan jemaat dan juga mengajar untuk agar mengakui ketaatan Allah. Sedangkan bimbingan pranikah merupakan suatu penggembalaan untuk meneguhkan pernikahan sebelum keduanya memulai kehidupan bersama. oleh karna itu bimbingan tersebut dilakukan oleh pendeta atau pelayan gereja dengan mengundang pasangan yang akan menikah. Untuk itu konseling pra-nikah biasanya dikatakan sebagai sebuah tinjauan ulang kepada pasangan yang akan menikah akan mereka dengan aspek membentuk pernikahan yang bahagia dan sukses atau mengambil keputusan untuk membatalkan pernikahan itu. Dalam hal ini, ada hal yang sangat perlu untuk diperbincangkan, adalah bahwa apakah mereka sudah saling mengenal kepribadian satu sama lain, apakah mereka sudah saling mencintai dan tidak ada ada orang lain dalam hubungan mereka dan bagaimana hubungan keluarga mereka karena hal ini akan membuat kelancaran dalam hubungan pernikahan mereka nantinya.BAB IIIHASIL PENELITIANHasil Penelitian Dari hasil penelitian yang penulis dapatkan di lapangan, bahwa ada seorang laki-laki dan perempuan yang sudah menjalin hubungan berpacaran sekitar 10 tahun dan laki-laki ini pun ingin melanjutkan hubungan mereka yang lebih serius sehingga ia berencana untuk melamar dan menikahi perempuan tersebut. kemudian tiba saatnya si laki-laki ini untuk pergi melamar perempuan tersebut dan pada saat itu tanggal pernikahan mereka sudah ditentukan. Sehingga hari-hari yang mereka lalui mereka mulai merencanakan sebuah perencanaan untuk melangsungkan perniakahan tersebut, dan bahkan seluruh keluarga dari kedua bela pihak pun sudah mengetahui bahwa mereka akan melangsungkan sebuah pernikahan dalam waktu yang dekat, sehingga keluarganya pun sudah mengetahui.Meskipun keluarga sudah mengetahui akan rencana kedua anak mereka itu, namun dari orangtua laki-laki ini tiba-tiba tidak menyetujui akan pernikahan yang akan berlangsung dalam waktu dekat itu dengan alasan bahwa perempuan itu tidak sepadan dengan keluarga mereka. Karena melihat latarbelakang dari laki-laki ini adalah keluarga yang terhomat dan bahkan memiliki kedudukan tertinggi dalam kampung itu sehingga itu yang menjadi alasan dari ibu laki-laki itu untuk membatalkan pernikahan mereka. Hal ini berarti bahwa pernikahan yang akan di langsungkan tanpa adanya persiapan atau bahkan pemikiran yang matang atau bahkan kurangnya persetujuan dari kedua belak pihak bisa saja membuat pernikahan tersebut gagal. Namun berdasarkan apa yang telah ditemukan oleh penulis akibat gagalnya sebuah pernikahan antara kedua pela pihak berdasarkan berbagai informasi yang telah didapatkan penulis yaitu, karena kedudukan laki-laki itu lebih tinggi dibandingkan perempuan ini. Dan juga hal yang bisa membuat gagalnya sebuah pernikahan adalah bedanya pekerjaan karena dari perempuan itu tidak mempunyai pekerjaan yang bisa sepadan dengan pekerjaan laki-laki ini. Dari semua hal ini mungkin bagi kedua bela pihak mungkin merupakan sebuah hal sangat sulit untuk diterima didalam kehidupan mereka karna kegagalan yang telah di alami oleh keduanya karna disini yang menjadi hambatan bagi mereka ialah orang tua yang tidak merestui karena kedudukan mereka berbeda. Mungkin hal ini sangat membuat mereka sock karena hari pernikahan mereka tinggal menghitung hari. Hal itu juga membuat si perempuan ini trauma sehingga dia mengatakan untuk tidak ingin menikah lagi. Dari kasus atau permasalahan ini, pendampingan pastoral berperan untuk memberikan sebuah solusi atau bahkan mengarahkan untuk mencari akar permsalahan yang sesungguhnya dan dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan catatan bahwa mereka bisa berdamai dnegan masalah yang mereka hadapi. Sehingga disni penulis mencoba memberikan sebuah solusi. Solusi yang dapat kita berikan adalah bahwa semua masalah yang ia hadapi aa rencana Tuhan yang lebih baik dan juga memberikan pemahaman bahwa akan ada orang yang lebih baik yang datangnya dari Tuhan. Dan mengajak dia untuk berdamai dengan masalah yang dia hadapi itu.KESIMPULAN DAN SARANKesimpulan :Dari materi yang menulis sudah paparkan maka penulis memberikan kesimpulan bahwa pernikahan adalah cara untuk menyatuhkan antara pria dan wanita untuk mendapat sebuah keharmonisan dalam keluarga dan juga mendapat kebahagian. Dan juga pernikahan bukanlah suatu hal yang mudah tanpa semua perencanaan yang matang, yang bisa mengakibatkan sebuah pernikahan itu berhenti di tengah jalan. Jadi harus kita sadari akan tanggung jawab dalam sebuah rumah tangga.Saran ;Jangan melakukan atau merencanakan sebuah pernikahan ketika belum ada kesiapan dari dalam diri anda. Karena pernikahan bukanlah sebuahh permainan melainkan komitmen yang harus dipegang satu sama lain.DAFTAR PUSTAKAKBBI Gunawan Samuel T. Tujuan Pernikahan Dalam Perspektif Iman Kristen, Blogspot.com diakses September 2018 Basilea Chisty.Pernikahan Menurut Iman Kristen, www.astrikristiani.blogspot.com diakses 15 Agustus 2017 Nee Watchaman Seri Pembinaan Dasar PernikahanKumparan. Saran Psikologi saat kamu menghadapi Kekecewaan setelah Gagal Menikah, diakses 8 Maret 2020.Wolipop“5 Hal Yang Sering Jadi Alasan Gagalnya Pernikahan” https://m.detik.com diakses 21 Mei 2012Abineno, “Pedoman Praktis Untuk Pelayanan Pastoral”, (Jakarta :BPK Gunung Mulia, 2006)